Thursday, 13 December 2012

Dari Likas ke Rumah Pangi

Di dalam bas.

Sinaganaga duduk sebelah gua. Gua duduk di sebelah Sinaganaga.
Adli, si wartawan BH duduk di kerusi sebelah. Krew-krew RTM duduk di kerusi depan. Yang selebihnya siswa dan siswi dan siswi dan siswi dan siswi UMS.

Oleh sebab Alien Menchari Chinta baru kena lancar, maka siswi di belakang gua dan Sinaganaga pung! Pang! Pung! Pang! tentang buku. Tentang orang-orang yang menulis buku.

Gua berpaling ke belakang. Siswi dan siswi tadi tengok gua.

"Dik, kenal Sinaganaga?" gua tanya.
"Kenal! Kenal!" diorang jawab.
Sinaganaga senyum. Bangga sebab siswi dan siswi UMS yang dalam kategori cun kenal dia.

Kemudian. Siswi dan siswi UMS tu sambung, " Sinaganaga tu chef terkenal kan..."

Gua gelak. Pelan-pelan jer. Sebab takut dikarate Sinaganaga.

Gua lihat Sinaganaga tersenyum dengan senyuman yang paling hancur dan paling tidak best.

~ huh, penulis indie yang paling glamer dicop sebagai chef terkenal. Memang tak boleh blah ~

No comments:

Post a Comment

SELAMAT KEMBALI KEPADA SELAMAT DATANG

  tiada apa-apa yang harus aku kesali untuk hari-hari 2025 kerana aku mengenggam akan rasa yakin "tuhan tidak kejam" yang datang d...